Login Form PHP
Script login form PHP merupakan salah
satu scritp yang hampir pasti kita buat dalam membuat sebuah website
database aplication. Fungsi login form PHP ini adalah memberikan hak
akses atas sebuah website database aplikasi. Biasanya database aplikasi
berbasis website ini memiliki admin panel. Bisa disebut juga admin
center, admin area, admin page yang fungsinya merupakan kontrol bagi
seorang admin atas website database yang dibuatnya. Untuk pembuatan
login form PHP akan saya bahas lebih lengkap sebagai berikut :
Langkah membuat Login Form PHP Sebagai berikut :
Buat tabel di MySQL Dengan script sebagai berikut :
1 | CREATE DATABASE 'belajar' ; |
1 | CREATE TABLE 'tb_user' ( |
2 | <div>'username' VARCHAR( 30 ) NOT NULL , |
3 | 'password' VARCHAR( 30 ) NOT NULL , |
4 | PRIMARY KEY ( 'username' )</div> |
Fungsinya untuk membuat database belajar dan tabel user dengan nama tb_user.
Untuk design formnya sebagai berikut :
Pertama buat form php dengan nama file : form_login.php
03 | <title>Form Login User System</title> |
04 | <style type="text/css"> |
07 | font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; |
10 | input,select,textarea { |
11 | font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; |
13 | background-color:#CCCCCC; |
15 | border:'border-width' 'border-style' 'color'; |
18 | .style1 {color: #0000FF} |
23 | <body background="gambar/bg_login.png"> |
24 | <h3 align="center"> LOGIN USER SYSTEM </h3> |
26 | <form id="login" method="post" name="login" action="periksa.php"> |
27 | <table width="286" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2"> |
30 | <td height="19" colspan="2" align="center" valign="middle"> |
31 | <strong><font color="#FFFFFF"><blink>LOGIN DI SINI</blink></font></strong></td> |
34 | <td width="106" height="17"> </td> |
35 | <td width="180"> </td> |
38 | <td height="18" align="right" valign="middle"><div align="left">Username</div></td> |
40 | <input name="username" type="text" id="username" size="20"></td> |
43 | <td height="18" align="right" valign="middle"><div align="left">Password</div></td> |
44 | <td valign="middle"><input name="password" type="password" id="password" size="20" /></td> |
47 | <td height="18" valign="top"><!--DWLayoutEmptyCell--> </td> |
49 | <input name="login" type="submit" id="login" value=" Login "> |
50 | <input type="reset" name="Reset" value="Batal / Clear" /></td> |
53 | <td height="18" colspan="2" valign="top"><!--DWLayoutEmptyCell--> </td> |
Hasil tampilan nya seperti berikut :
Form Login
Langkah kedua adalah membuat file
periksa.php.Fungsi file dengan nama periksa.php ini adalah mengecek
apakah username dan password yang ada di database server (baik
localhost maupun online). Jika username dan password ada maka akan
diterima sesion login nya. Biasanya kalau saya membuat database
aplikasi berbasis websit setelah login berhasil maka akan saya redirect
ke halaman admin.Silahkan dimodifikasi sesuai kebutuhan.
Berikut script periksa.php :
03 | #**************** koneksi ke mysql *****************# |
08 | $conn = mysql_connect($host,$user,$pass); |
11 | $sele = mysql_select_db($dbname); |
16 | #***************** akhir koneksi ******************# |
17 | #jika ditekan tombol login |
18 | if(isset($_POST['login'])) { |
19 | $username = $_POST['username']; |
20 | $password = $_POST['password']; |
21 | $sql = mysql_query("SELECT * FROM tb_user WHERE username='$username' && |
22 | password='$password'"); |
23 | $num = mysql_num_rows($sql); |
26 | $_SESSION['user'] = $username; |
27 | $_SESSION['passwd'] = $password; |
28 | ?><script language="JavaScript">alert('Selamat, Login Anda Sukses!!'); |
29 | document.location='file/admin.php'</script><? |
33 | eval(\"parent.location='index.php '\"); |
34 | alert (' Maaf Login Gagal, Silahkan Isi Username dan Password Anda Dengan Benar'); |
36 | //include("login.php"); |
Script periksa.php diatas silahkan
diganti hostname : nama host yang anda gunakan (biasanya saya
menggunakan localhost), username dan password saya menggunakan root.
Penempatan file form_login.php dan periksa.php saya tempatkan sebagai berikut :
Lokasi file periksa.php dan form_login.php
Selamat mencoba.
SESSION LOGIN PHP


Session
Login PHP adalah PHP script yang berfungsi untuk memberikan hak
pevillage atau pembatasan hak akses sebuah halaman website. Jika
pengguna website belum memiliki Session Login PHP / sering disebut
Session Login Admin, maka pengguna website tidak dapat membuka halaman
yang disertai session login per halamannya. Sistem kerja Session Login
PHP Penulisan Session Login PHP ini adalah di halaman website yang
paling atas dan ada script tag tutup Session Login PHP. Session Login
PHP ini akan berjalan setelah anda memiliki PHP login form. Untuk
lebih lengkap pembahasan Session Login PHP akan saya jelaskan lebih
rinci :Setelah anda membuat script login PHP MySQL pada posting saya
sebelumnya, anda baru bisa menyertakan session PHP agar login
yang telah anda lakukan sebelumnya tersimpan di cache browser anda
sampai anda logout atau keluar dari web browser. Apabila seseorang
tidak memiliki akses account untuk login pada sebuah website yang telah
disertai session PHP maka halaman yang ada Session Login PHP nya maka
halaman tersebut tidak bisa ditampilkan / diakses.
Berikut Script Session PHP yang saya tandai dengan warna merah:
01.<?PHP
02.session_start();
03.if(!isset($_SESSION['user']) || !isset($_SESSION['passwd'])) {
04.?>
05.<script language=”javascript” type=”text/javascript”>
06./*<![CDATA[*/
07.alert (" Maaf, Anda Tidak Bisa Mengakses Halaman Ini, Silahkan Login Dulu!! ");
08./*]]>*/
09.</script>
10.<?
11.echo “<script>
12.eval(\”parent.location=’../index.php’\”);</script>”;
13.}
14.else
15.{
16.?>
17.<html>
18.<head>
19.<title>Judul halaman yang akan diberi session php</title>
20.</head>
21.<body>
22.</body>
23.</html>
24.<? } ?>
PHP Connect Database MySQL
Rate This

PHP MySQL
Bagaimana PHP connect database MySQL ?
Langsung saja. Kita bayangkan, PHP adalah bahasa pemrograman nya,dan
MySQL adalah databasenya, artinya nanti akan ada script php yang
sinkron dan dimengerti dengan database My SQL. Tempat penulisan script
PHP yang dapat membuat konek dengan database My SQL adalah di file PHP
nya. Jadi Kita butuhkan adalah 1 file php. Script PHP nya sebagai
berikut :
Script PHP untuk koneksi database MySQL adakah sebagai berikut :
Koneksi PHP MySQL
Penjelasan script connect.php diatas adalah sebagai berikut :
if(!mysql_connect(“localhost”,”username”,”password”)){ //* fungsinya untuk mengkoneksikan dengan MySQL
echo “Silahkan Cek Koneksi MySQL Anda,
Sistem Tidak Terkoneksi Dengan MySQL!!”; //* Fungsinya jika terhubung
dengan MySQL akan ada warning untuk mengecek service MySQL.
}
if(!mysql_select_db(“nama_database”)){ //* Fungsinya untuk memberi warning bahwa koneksi MySQL tidak terhubung.
echo “Maaf, Database Tidak Terhubung!!”;
}
CREATE TRIGGER MySQL
Rate This

Trigger adalah sebuah Script
MySQL Command yang memicu suatu kejadian dalam database MySQL berupa
aksi insert, update dan delete setelah syarat tertentu. Lokasi
penulisan Trigger adalah di dalam database yang bersangkutan, dan
Trigger tidak ditempatkan di php script. Hasil penulisan dari sebuah
Trigger
akan menimbulkan efek manipulasi database secara otomatis sesuai dengan
yang kita inginkan. Misalnya, setelah insert pada tabel_a dan kolom a1
maka akan otomatis insert pada tabel_b pada kolom b1. Begitu pula untuk
aksi update dan delete. Untuk pembuatan Trigger ini saya menggunakan
Appserv 2.5.10, MySQL Version 5.0.24a, browser mozilla Firefox dengan
sistem operasi Windows7 Ultimate.
Trigger
merupakan script MySQL Command yang terdiri dari 3 pokok dasar yaitu,
insert, update dan delete. Adapun langkah-langkah membuat Trigger adalah :
1. Buat database dulu dengan script : create databaset ‘tes’;
2. Buat tabel beli :
2 | (id_beli int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT |
3 | , kd_barang varchar(10) default NULL |
4 | , satuan double default NULL |
5 | , jumlah int(11) default NULL |
6 | , total double default NULL |
7 | , status varchar(30) default NULL |
9 | ) ENGINE = MYISAM DEFAULT CHARSET = utf8; |
3. Buat tabel Jual :
02 | (id_jual int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT |
03 | , kd_client varchar(10) NOT NULL |
04 | , kd_barang varchar(10) default NULL |
05 | , satuan int(5) default NULL |
06 | , jumlah double default NULL , |
07 | total double default NULL , |
08 | status varbinary(25) default NULL , |
10 | ) ENGINE = MYISAM DEFAULT CHARSET = utf8; |
4. Buat tabel stok :
2 | (kd_barang varchar(5) NOT NULL |
3 | , jumlah int(11) NOT NULL |
4 | , PRIMARY KEY (kd_barang) |
5 | ) ENGINE = MYISAM DEFAULT CHARSET = utf8; |
Nah, anda sudah memiliki tabel beli,
jual dan stok. Skenarionya adalah jika ada pembelian, akan otomatis
menambah stok barang, dan jika ada penjualan akan mengurangi stok
barang secara otomatis.
Perhatikan tanda
$$ tersebut harus dikonfigurasikan seperti gambar berikut :
Penulisan Trigger
Artinya, anda harus menambahkan tanda $$ karena itu merupakan delimiter yang membatasi akhir dari sebuah Trigger
1. Membuat Trigger
beli_barang
1 | CREATE TRIGGER beli_barang after INSERT ON beli |
4 | kd_barang = NEW.kd_barang |
6 | ON DUPLICATE KEY UPDATE jumlah=jumlah+New.jumlah; |
Keterangan : Trigger
dibuat dengan nama ‘beli_barang’ dan bekerja setelah insert data pada
tabel beli, maka akan insert juga pada tabel stok dengan mengisi field
pada tabel stok berupa kd_barang dan jumlah sama persis yang di insert
di tabel beli. Dan Metode updatenya adalah jumlah yang ada ditambah
dengan jumlah baru yang di insert kan di tabel beli. Jika awal insert
otomatis tidak ada penjumlahan, karena logika nya jumlah barang yang
ada di tabel stok adalah nol.
On Duplicate Key Update
artinya : jika ada insert data di tabel beli dengan kode barang
(kd_barang) yang sama, maka akan otomatis menambah jumlah nya di tabel
stok dengan kd_barang yang dimaksud. Akan saya jelaskan lebih rinci
dengan gambar :
Isi Tabel Yang diberi Trigger
2. Membuat Trigger
jual_barang
1 | CREATE TRIGGER jual_barang after INSERT ON jual |
4 | SET jumlah = jumlah - NEW.jumlah |
6 | kd_barang = NEW.kd_barang; |
Keterangan : Trigger
dibuat dengan nama ‘jual_barang’ setelah insert pada tabel jual maka
pada setiap barisnya akan di update dimana kode barang (kd_barang) nya
sama dengan yang ada di tabel stok (stok). Hasilnya adalah jika ada
penjualan barang pada tabel jual (jual), maka akan otomatis mengurai
jumlah barang pada stok (stok), dimana kode barang yang dimaksud
(kd_barang) sama dengan yang diisi di tabel jual (jual).
Kesimpulannya, salah satu
manfaat Trigger adalah membantu administrasi database dengan teknik
memanipulasi data sesuai dengan yang dibutuhkan.